Progres Capai 90 Persen, Ratusan Pedagang Bersiap Tempati Pasar Merdeka Bogor

By Admin


Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim
nusakini.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan kesiapan operasional Pasar Merdeka. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan pada Kamis (6/8/2026), progres pembangunan sentra niaga berkonsep modern tersebut telah menyentuh angka 90 persen.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari program penataan tata ruang kota yang sebelumnya telah dieksekusi di Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Menurutnya, pembenahan kawasan perbelanjaan rakyat di wilayah Bogor Tengah dan Bogor Barat ini dirancang untuk menciptakan ekosistem niaga yang lebih bersih dan terintegrasi.

"Kapasitas tampung ada sekitar 450. Dalam waktu dekat para pedagang yang selama ini ada di penampungan sementara, pedagang kaki lima bisa masuk," jelas Dedie saat memantau lokasi, Kamis (6/8/2026).

Pasar Merdeka didesain untuk mengakomodasi berbagai jenis komoditas secara terpadu. Berdasarkan cetak biru pembangunan, area perbelanjaan ini tidak hanya diisi oleh pedagang kebutuhan pokok seperti sayur, buah, daging, dan ikan, tetapi juga menyediakan zona khusus untuk pedagang barang bekas (loak) serta suku cadang kendaraan.

Setelah bangunan utama difungsikan, otoritas terkait merencanakan tahap revitalisasi lanjutan di kawasan sekitar. Proyek ini mencakup penataan Jalan Merdeka dan pembangunan fasilitas pejalan kaki di sepanjang Jalan Manunggal hingga Jalan M.A. Salmun. Selain itu, Pemerintah Kota Bogor juga tengah menyusun kajian rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan, salah satunya dengan meluruskan akses dari RSUD menuju Jembatan Merah tanpa harus memutar melalui simpang Mawar.

Dalam kesempatan yang sama, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat, Martin Rustandi, memastikan kesiapan infrastruktur bangunan yang terdiri dari empat tingkat, yakni lantai dasar, lantai satu, lantai dua, dan area atap (rooftop).

Menurut pihak pengembang, lantai dua akan difokuskan sebagai pusat kuliner, sementara area atap dilengkapi dengan fasilitas kafe dan ruang pertemuan. Pemindahan pedagang ke dalam gedung utama ditargetkan dapat direalisasikan pada awal September mendatang, yang kemudian akan disusul dengan pengerjaan infrastruktur penunjang di area luar gedung. (*)